Kesekjenan DPR akan melakukan renovasi atas ruang kerja anggota DPR di Gedung Nusantara I dengan anggaran Rp 6,2 miliar. Harga itu dinilai sudah sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

"Itu ada mekanisme di LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik). Nanti akan diaudit oleh BPK. Apa betul itu sesuai dengan HPS pemerintah itu ada lembaga sendiri yang mengaudit," kata Sekjen DPR, Nining Indra Saleh kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (7/11/2012).

Ia menuturkan, anggaran yang disiapkan untuk satu ruangan maksimal Rp 50 juta tergantung pada tingkat kerusakannya.

"Kalau renovasi ruangan terkait kerusakannya kita masksimal 50 juta per ruangan tergantung tingkat kerusakannya. Itu udah ada data di LPSE," ungkapnya.

Saat ini proyek perbaikan itu menurutnya masih dalam tahap tender, akhir November diharapkan sudah ada pemenangnya dan bisa segera menyelesaikan proyek hingga akhir Desember.

"Realisasinya diharapkan minggu keempat November udah ada pemenangnya dan dikerjakan. Kita melihat masih cukup (waktu), kita sudah ada langkah antisipasi agar tepat waktu. Kita minta mereka ketat dan tepat waktu," ucap Nining.

"Targetnya 31 Desember kita harus selesai, nanti kan ada pernyataan kesanggupan dan masa pemiliharaan sekitar 3 bulan kalau ada kekurangan," imbuhnya.

Sebelumnya, Kesekjenan DPR akan melakukan renovasi dan pengadaan sejumlah barang penunjang di lingkungan DPR RI pada akhir tahun ini.

Berdasarkan data dokumen lelang yang dimiliki Fitra, keenam proyek yang dalam masa lelang tersebut adalah:

1. Penggantian pagar batas dengan Taman Ria, Rp 1.023.211.000 (per 30 November)
2. Renovasi toilet Gedung Nusantara I DPR RI Rp 1.406.291.000 (per 22 November)
3. Perbaikan ruang kerja anggota di Gedung Nusantara I DPR RI, Rp
6.267.286.000 (per 27 November)
4. Pengadaan tenaga keamanan pada Setjen DPR, Rp 13.168. 706.600
5. Perbaikan waterproofing lantai 3 dan 4 gedung Nusantara I DPR, Rp 729.724.000
6. Pengadaan mesin foto copy kecepatan tinggi untuk masing-masing
sekretariat fraksi, Rp 1.667.500.000

Total Rp 24.272.718.600

Namun jumlah proyek yang disebutkan FITRA diatas dibantah oleh Nining. Menurutnya hanya ada 3 proyek, bukan 6 sebagaimana disebut FITRA.

"Nggak ada (6 proyek senilai Rp 24 miliar), yang ada di LPSE ada 3 proyek. Kegiatan renovasi ruangan anggota, pagar pembatas dan toilet. Ini sudah dalam anggaran 2012," kata Nining.

Similar Threads: