Kasus korupsi yang melanda kader beberapa partai di Indonesia dikhawatirkan akan mempengaruhi hasil Pemilu 2014. Hal ini kemudian dibuktikan oleh survei yang dilakukan oleh Trust Indonesia dengan melihat perilaku pemilih.

Responden dikondisikan menghadapi Pemilu 2014 pada saat dilakukan wawancara. Penelitian ini dilakukan selama 14 hari, sejak tanggal 8 Juli hingga 22 Juli 2012 dengan sampel 1996 responden, diambil dari 200 desa yang tersebar di 33 provinsi di Indonesia.

Metode yang digunakan adalah Multistage Random Sampling. Tingkat kepercayaan sebanyak 95 persen dan margin of error kurang lebih 2 persen.

Hasil survey menunjukkan, jika sebanyak 179 responden mengalihkan dukungan dari partai pilihannya di Pemilu 2009 karena kasus korupsi yang menimpa partai-partai pilihan mereka. Partai tersebut adalah Partai Demokrat, PDIP, PKS, PAN dan PPP.

"Sebanyak 179 responden mengalihkan dukungan karena korupsi. Alasan lain pengalihan dukungan adalah integritas moral anggota partai, ideologi, program kerja, tokoh dalam partai, peduli pada rakyat dan lainnya," jelas Direktur Trust Indonesia, Zudan Rosyidi, Selasa (7/8/2012) di Restoran Kelapa Dua, Jl Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat dalam acara laporan hasil riset survey 'Public Concern dan Perilaku Pemilih Menjelang Pemilu 2014'.

Lalu, ke mana para pemilih ini mengalihkan suaranya?

"Untuk Demokrat mayoritas lari ke NasDem (32,9 persen). PDIP ke Gerindra (20,4 persen). PKS lari ke NasDem sebanyak 30,8 persen. PAN ke Gerindra sebanyak 11,9 persen. PPP ke PKB sebanyak 31,7 persen dan Hanura ke Nasdem sebanyak 36,6 persen. Itu semua di luar yang tidak menjawab," papar Zudan.

"Namun karena mayoritas responden masih tidak menjawab, suara itu mungkin bisa kembali ke partainya kalau partainya mampu merebut hati pemilihnya," sambung Zudan.

Hasil survey ini menunjukkan adanya penurunan pemilih di Pemilu 2014 berdasarkan partai yang dipilihnya pada 2009 silam. Suara Demokrat turun 7,2 persen, PDIP 1,7 persen, PKS 3,6 persen, PAN 2,7 persen, PPP 1,7 persen dan Hanura 2,1 persen.

Sementara partai lain seperti Golkar, PKB, Gerindra dan PKNU jika dibandingkan dengan Pemilu 2009 diprediksi akan naik suaranya saat Pemilu 2012 digelar.

"Golkar naik 0,2 persen, PKB 1,8 persen, Gerindra naik 0,9 persen dan PKNU naik 0,3 persen," kata Zudan.

Lalu, mengapa Golkar yang juga diserang isu korupsi seperti Alquran justru suaranya tak terganggu, dan bahkan diprediksi naik di Pemilu 2012 mendatang?

"Itu naik 0,2 persen berarti cuma sekitar 6 pemilih. Menurut FGD yang kami lakukan, alasannya adalah kader Golkar aktif sosialisasi dan konsolidasi di internal serta di daerah-daerah," papar Zudan.

SUMBER

Similar Threads: