Tersangka kasus suap restitusi pajak PT Bhakti Inveastama, Tommy Hindratno, mengaku mengenal James Gunardjo sejak tahun 2007. Tommy mengetahui James, yang juga berstatus tersangka, sebagai freelance konsultan pajak di beberapa perusahaan termasuk Bhakti Investama.

"Pak Tommy kenal James sebagai freelance konsultan pajak di beberapa perusahaan," kata pengacara Tommy, Tito Hananta Kusuma usai mendampingi pemeriksaan kliennya di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (19/6/2012).

Tito membenarkan salah satu perusahaan yang ditangani James adalah Bhakti Investama dan PT Agis. "Iya salah satunya," tuturnya.

Namun Tito menolak menjelaskan kasus dugaan suap dengan barang bukti uang Rp 280 juta itu. Menurut dia, Tommy akan menjelaskan hal itu dalam persidangan nantinya.

Tito tidak bersedia menjelaskan uang yang diklaim pihak James sebagai cicilan pembayaran hutang. "Pak Tommy bersikap kooperatif, dia meminta dibuka saja di persidangan," ujarnya.

Pemeriksaan Tommy hari ini rampung sekitar pukul 20.07 WIB. Sama seperti James, Tommy juga menolak memberi keterangan kepada wartawan. Kemarin (18/6), Tommy diperiksa oleh atasannya di kantor pajak Sidoarjo.

Sebelumnya salah satu pengacara James, Charles Roy Sijabat mengatakan kliennya bukanlah konsultan melainkan penasihat freelance di PT Agis sejak Januari 2012.

"Tidak ada hubungan James dan Bhakti Investama," kata Charles. Dia juga menyebut uang Rp 280 juta yang diberikan ke Tommy adalah cicilan pembayaran hutang. Bukan uang suap seperti yang disangkakan.

Tommy ditangkap saat menerima uang dari James Rp 280 juta di bilangan Tebet, Jakarta Selatan, pada Rabu (7/6). Uang yang diduga suap itu terkait pengurusan pajak di PT Bhakti Investama Tbk.

KPK telah menggeledah rumah Tommy dan menyita berkas-berkas penting milik keluarga Tommy. Selain itu KPK juga menggeledah kantor Bhakti Investama di MNC Tower, Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Sementara pemeriksaan Dirut Bhakti Investama Hary Tanoesoedibjo dijadwalkan hari Kamis 28 Juni 2012.

SUMBER

Similar Threads: