Pancasila mendasari toleransi beragama di Indonesia, meskipun terdapat berbagai tantangan yang harus diselesaikan. Toleransi dilandasi oleh sifat dasar bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi sikap saling menghargai dan merupakan warisan turun menurun.

Hal itu disampaikan oleh Prof Azyumardi Azra dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayattulah, Jakarta, dan Prof. Dr. FX Eko Armada Riyanto dari Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi Widya Sasana, Malang, dalam kuliah umum di Fakultas Hukum Pontificia Catholic University of Chile, Santiago, Rabu (30/5/2012)

Hadir antara lain para pejabat pemerintah setempat, Duta Besar Vatikan Mgr Ivo Scapolo, Wakil Archbishop Chile untuk Universitas Katholik Mgr. Cristian Roncagliolo, Dekan Fakultas Theologi Joaquin Silva Soler, Dekan Fakultas Hukum Roberto Guerero, anggota korps diplomatik, akademisi, mahasiswa dan masyarakat madani Chile.

Kuliah umum untuk mengenalkan Pancasila dan toleransi beragama di Indonesia ini diselenggarakan oleh KBRI Santiago bekerjasama dengan Kemlu Chile, demikian keterangan pers Sekretaris Tiga Pensosbud Tri Astuti kepada detikcom.

Sebelumnya, para mahasiswa Fakultas Theologi universitas tersebut juga mendapat informasi mengenai bagaimana mengelola keberagaman budaya dan agama, terutama di kalangan generasi muda di Indonesia.

Tema tersebut disampaikan oleh Dr. Arif Zamhari Rohman dari Pesantren Al-Hikam Depok, Pendeta Andrew Assa dari Gereja Pantekosta Temanggung dan Ketut Arsana dari Parisada Hindu Darma Indonesia.

Masyarakat Chile terlihat antusias menanggapi penjelasan dari para pemuka agama tersebut dengan menanyakan beberapa pertanyaan. Rodrigo Polanko menanyakan mengenai prosentase pemeluk masing-masing agama di Indonesia.

DR. Arif Zamhari menyebutkan prosentase pemeluk agama-agama di Indonesia dan menjelaskan bahwa meskipun mayoritas beragama Islam, namun para pemimpin negara sejak awal mendirikan Indonesia sepakat untuk tidak menjadikan Indonesia sebuah negara berdasar agama Islam, tapi negara demokrasi dengan dasar Pancasila.

Sedangkan salah seorang mahasiswi fakultas hukum menanyakan posisi perempuan di Indonesia yang mayoritas beragama Islam.

Prof. Azumardi Azra menjawab dengan mencontohkan bahwa perempuan Indonesia berbeda dengan mereka yang hidup di negara-negara Islam lainnya. Perempuan Indonesia mendapat kedudukan sama tinggi dengan laki-laki dan peran mereka diakui secara resmi oleh pemerintah dan masyarakat.

"Bahkan Indonesia pernah memiliki seorang presiden wanita, yakni Megawati Sukarnoputri," demikian Azumardi.

Pertama

Menurut Duta Besar RI untuk Chile Dr. Aloysius Madja, kuliah umum ini merupakan salah satu bagian dari kerangka kegiatan Dialog Lintas Agama RI-Chile yang pertama.

Dialog ini merupakan implementasi dari kesepakatan yang dicapai antara pemerintah RI dengan pemerintah Chile pada pertemuan komisi bersama kedua negara yang diselenggarakan di Bali (27/5/2011).

“Dialog Lintas Agama yang melibatkan berbagai komponen masyarakat, termasuk di dalamnya kegiatan kuliah umum, diskusi antar pemuka agama dan kunjungan ke berbagai tempat ibadah di Santiago, merupakan upaya pemerintah RI dalam meningkatkan hubungan bilateral dengan Chile," ujar Dubes.

Minister Consellor Politik KBRI Santiago Rofita Djamawar menambahkan bahwa pihak Chile antusias dalam menerima tawaran kegiatan Dialog Lintas Agama ini.

Antuasiasme mereka ditunjukkan dengan akan diterimanya Delegasi Indonesia secara resmi oleh Wakil Menteri Luar Negeri Chile Fernando Schmidt pada Selasa (31/5/2012), dan dari pihak Pontificia Catholic University yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan kuliah umum tersebut.

Sementara itu pendamping delegasi Kasubdit Sosial Budaya Direktorat Diplomasi Publik Kemlu RI Azis Nurwahyudi mengatakan bahwa rangkaian Dialog Lintas Agama RI-Chile Pertama terdiri dari kuliah umum, dialog lintas agama, diskusi rencana Interfaith Youth Camp 2013 dan kunjungan ke berbagai rumah ibadah di Santiago.

"Bagi Indonesia, Chile merupakan mitra bilateral dialog lintas agama yang ke-19 sejak dimulainya kegiatan tersebut tahun 2004," demikian Azis.



Similar Threads: