Mobil jenis Avanza bercat hijau yang digunakan anggota TNI AD ketika cekcok dengan pengendara motor di Palmerah adalah mobil dinas. Hal itu diketahui dari pelat mobil tersebut yang ternyata telah terdaftar di Markas Besar (Mabes) AD.

"Iya terdaftar. Kalau (kode akhir di pelat itu) kosong-kosong, itu benar dari Mabes AD," ujar Kasubdit Penum TNI AD, Kolonel Zaenal Muttaqin, dalam jumpa pers di Mabes AD, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (1/5/2012).

Zaenal mengatakan berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan petugas Polisi Militer (PM), oknum anggota TNI tersebut sedang terburu-buru menjemput orang tuanya di bandara Soekarno-Hatta.

"Mungkin karena takut karena orang tuanya sedang sakit jantung di bandara. Jadi dia harus buru-buru," jelas Zaenal.

Saat ini, kata Zaenal, oknum anggota TNI berpangkat kapten tersebut masih diproses. Jika ditemukan yang bersangkutan bersalah, Zaenal menegaskan anggota TNI tersebut dapat dikenakan sanksi.

"(Hukumannya) Bisa penundaan kenaikan pangkat, atau sesuai dengan undang-undang. Yang jelas, kalau dia bersalah, kita proses. Kita tidak tolerir dengan hal-hal itu," tegasnya.

Seperti diketahui, dalam video yang diupload ke Youtube, terlihat dengan jelas mobil bercat hijau dengan pelat nopol tanda bintang satu 1394-00 yang digunakan sang oknum anggota TNI. Sebelumnya, Kapuspen TNI Laksamana Iskandar Sitompul menyatakan jika pelat dengan nomor tersebut tidak terdata di TNI AD. Namun diakui, nomor tersebut milik Mabes AD.

"Itu memang nomornya dari Mabes AD karena ada bintang 1. Tapi dari pelatnya nggak ada dikeluarkan untuk Avanza. Di Denma yang mengeluarkan nomor itu belum ada datanya," kata Iskandar kepada detikcom.



Similar Threads: